Matematika

Miskonsepsi Matematika

Posted in Pembelajaran Matematika Sekolah, Wawasan Matematika by Anwar Mutaqin on Maret 2, 2010

Saya pernah bertanya ke beberapa guru SD, guru SMP dan mahasiswa, apakah gambar di samping adalah jajargenjang? Mereka menjawab bukan, gambar tersebut adalah persegi panjang, bagi mereka jajargenjang sisinya harus miring. Kemudian Pertanyaan saya lanjutkan, apa definisi jajargenjang? Beberapa orang di antaranya menjawab dengan benar, yaitu bangun segiempat di mana sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang. Saya balik bertanya, bukankah sisi yang berhadapan pada bangun di samping sejajar dan sama panjang? Mereka agak ragu-ragu menjawab.

Berdasarkan pengalaman tersebut, sepertinya ada beberapa miskonsepsi matematika yang dialami mahasiswa dan bahkan beberapa guru. Mereka mengatakan persegi panjang bukan termasuk jajargenjang, padahal berdasarkan definisi persegi panjang adalah bentuk khusus dari jajargenjang. Hal ini karena mereka terbiasa memberi atau melihat contoh-contoh jajargenjang selalu dengan sisi miring seperti pada gambar di samping. Berdasarkan definisi jajargenjang, maka persegi panjang (termasuk persegi) dan belah ketupat adalah jajargenjang. Oleh karena itu, kita yang belajar matematika harus mengetahui hubungan antarbangun segiempat. Ketidakpahaman pada hal ini mengakibatkan mereka tidak bisa menjawab soal seperti ini, Hitunglah panjang BE pada gambar belahketupat di samping jika panjang AC adalah 24 cm dan kelilingnya 60 cm!

Miskonsepsi matematika yang dialami guru dan mahasiswa rupanya bukan hanya pada hubungan bangun segiempat tersebut, tetapi terjadi juga pada materi lain, salah satunya lingkaran. Lingkaran didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik yang jaraknya sama ke suatu titik tertentu. Berdasarkan definisi tersebut, maka luas lingkaran seharusnya adalah 0 berapa pun jari-jarinya. Jadi bukan L= \pi r^2 . Gambar lingkaran adalah sebagai berikut. Rumus luas yang biasa diajarkan di SD atau SMP tersebut adalah untuk menghitung luas daerah yang dibatasi oleh lingkaran. Jadi, harus tegas dibedakan antara lingkaran dengan daerah yang dibatasi lingkaran (atau boleh juga diberi nama cakram).

Miskonsepsi yang lain berkaitan dengan persamaan kuadrat. Mahasiswa atau guru mudah sekali terjebak dengan rumus x_1+x_2= \frac{-b}{a} dan x_1.x_2= \frac{c}{a} tanpa memperhatikan semesta pembicaraan. Jika diketahui x^2+4x+5=0, x \in R , berapakah jumlah akar-akarnya? Umumnya akan dijawab -4, padahal seharusnya tidak ada karena persamaan kuadrat tersebut tidak mempunyai akar di R .

Iklan
Tagged with: